Sunday, 31 March 2013

Ujian itu Tarbiyah, Sabar itu Indah



Alhamdulillah , saya masih lagi bernafas di muka bumi ALLAH ini. Menjadi salah satu makhluk-NYA yang dikelilingi dengan pelbagai nikmat. Dan nikmat yang terbesar adalah nikmat Iman dan Islam.


Pertamanya , kita mesti faham bahawa hidup kita ini akan sentiasa diuji. Sama ada kita suka atau tidak kita akan diuji juga, sesuai dengan 
Firman Allah s.w.t yang bermaksud 
“Apakah kamu mengira bahawa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (ujian) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam ujian) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” (Surah AlBaqarah : Ayat 214)

Mengapa kita diuji? 
Firman Allah s.w.t :
 “Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun,”  (Surah Al-Mulk : Ayat 2)

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebahagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (Surah AsSyuura : Ayat 30)

Walaubagaimana pun, Allah amat menyintai orang-orang yang sabar menghadapi ujianNya.  
FirmanNya, “Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah kerana bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar.”  (Surah Aali Imran : Ayat 146)

Dan Allah Maha Adil dan Maha Penyayang, ujian-ujian yang diberiNya adalah mengikut kemampuan masing-masing insyaAllah.  
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa) : “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma′aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” (Surah AlBaqarah : Ayat 286)


MEMANG


memang sabar itu tak mudah
terlebih lagi saat hati sedang remuk redam
terluka, terguris. terusik.
tapi memang saat itulah sabar harus diaplikasi.
sabar memang sinonim dengan duka, luka, kecewa.
saat tawa dan canda, sabar mungkin tak beerti.

mengakui beriman?

maka kerana itulah sekarang kamu diuji.

maka, bersabarlah,
walau hanya dengan separuh jiwa yang tersisa.
kesat air mata.
Allah ada.



saat bila tiba-tiba kita akhirnya menangis.
sebab perkara remeh temeh.
hal-hal kecik.
setelah lama mata kita kering.


barulah akhirnya kita tersedar,

kita rupanya belum cukup kuat.
hati masih rapuh,
ada ruang, ada lompong, ada kosong.
ada jarak,


dengan Tuhan.

kita alpa, kita lalai. kita lupa, kita leka.
DIA datang, DIA tunjuk.
perkara-perkara besar sudah membuat kita BUTA,
maka datang perkara-perkara kecil membuat kita terJAGA.



berhentilah mempersoal takdir Tuhan.
kau tak akan menemukan jawapan dengan cara itu!


belajarlah menerima ketentuan-NYA,
dari sana,
mungkin kau bertemu ‘jawapan’ yang kau cari.


-WASSALAM-







2 comments: